Tiada hari tanpa curhat, begitulah gambaran kelakuan para pengguna media sosial.

Bahkan terkadang, curhatan mereka terbilang aneh, konyol dan nyeleneh. Sama seperti halnya dengan curhatan yang ditulis seorang netizen bernama Teguh Ramdhani.

Ia menuliskan curahan hatinya yang membenci aplikasi Traveloka karena aplikasi tersebut sudah membuat kekasihnya pulang ke Kalimantan.

Ia pun menggambarkan bagaimana perasaannya saat ditinggal oleh tambatan hatinya itu.

Teguh Ramdhani lalu menyebut Traveloka jahat, dan memberikan bintang satu untuk aplikasi ini.

Tanpa disangka, curhatan yang ditulis dengan panjang lebar oleh Teguh ini mendapat balasan tak terduga dari Traveloka.

Pihak Traveloka memberikan solusi untuk Teguh Ramdhani yang bersedih hati atas ditinggal pergi oleh sang kekasih.

Berikut balasannya:

“Hai Teguh,

Cinta itu tidak terbatas pada jarak.

Install lagi aplikasi Traveloka, lalu beli tiket pesawat dan susul kekasih Anda!

Gunakan PayLater untuk membayar dengan cicilan.

Atau, beli paket data untuk video call setiap malam, jika belum sempat terbang ke Kalimantan.

Jangan menyerah mengejar cinta Anda!

Traveloka dulu, bertemu kekasih kemudian.”



Sontak, netizen yang membacanya dibuat tertawa ngakak.

“Marketing strategy yg gud sangat wkwkwkwk,” tulis aghitaan, seperti dilansir TribunStyle.com.

“Cinta itu tidak terbatas pada jarak. –Traveloka, 2018,” tulis skhymin88.

“N*** dapet nasehat dari traveloka hm,” komentar falcha_nd.

“Sae ae admin trapelnya,” komentar hampakesaldanamarah.

Sejarah Traveloka :

Traveloka adalah perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia. Traveloka memiliki basis operasional di Jakarta.

Perusahaan didirikan pada tahun 2012[1] oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang [2].

Ide ini muncul disaat Ferry Unardi sering mengalami kesulitan dalam pemesanan pesawat, terutama disaat dia ingin pulang ke Padang, Indonesia, dari Amerika Serikat.[3]

Pada awal konsepnya Traveloka berfungsi sebagai mesin pencari untuk membandingkan harga tiket pesawat dari berbagai situs lainnya. Pada pertengahan tahun 2013 Traveloka kemudian berubah menjadi situs reservasi tiket pesawat[4] di mana pengguna dapat melakukan pemesanan di situs resminya. Pada bulan Maret 2014, Ferry Unardi menyatakan bahwa Traveloka akan segera masuk ke bisnis reservasi kamar hotel[5]. Pada bulan Juli 2014, jasa pemesanan hotel telah tersedia di situs Traveloka.