Akibat keberaniannya mengungkap pesan bernada pelecehan, Via Vallen mendapat dukungan dari banyak pihak. Sayangnya, Via Vallen malah memilih tutup mulut setelah kejadian tersebut ramai dibicarakan.
Via Vallen sampai dijaga ketat oleh pihak manajemennya. Sampai saat hadir dalam peluncuran single terbarunya "Meraih Bintang" yang bertema Asian Games 2018, sejumlah orang menghalangi wartawan mendekat ke Via. Pelantun lagu "Sayang" itu juga menghindari wartawan.
Saat ditanya mengenai unggahannya mengenai pelecehan di Instagram, Via hanya diam. Sejumlah orang yang menjaga Via bahkan mulai bertindak kasar mendorong wartawan agar menjauh dari penyanyi yang sedang naik daun tersebut.
Acara peluncuran single yang digelar di Studio Toha Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (6/6/2018) menjadi rusuh Salah seorang wartawati terjatuh. Suasana semakin panas. Adu mulut tak terhindarkan. Melihat pihak Via Vallen tidak "welcome", wartawan memutuskan meninggalkan lokasi acara.
Maaf Pihak Panitia Penyelenggara Asian Games 2018, Lucky Iskandar, berusaha meredakan panasnya suasana. Mereka meminta maaf atas kejadian tersebut. Via Vallen juga akhirnya meminta maaf.
"Mohon maaf untuk semuanya. Kenapa tadi saya enggak mau jawab, intinya saya enggak pengin lebih ramai lagi urusannya," ucap Via. Acara peluncuran single terbaru Via Vallen pun akhirnya tetap berlangsung.
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan rasa prihatin atas kasus pelecehan yang menimpa penyanyi dangdut Via Vallen. "Saya prihatin dengan hal ini. Saya minta kepada Via Vallen sahabat saya untuk sabar, ini bulan puasa, tentu ini ujian," ujar Imam Nahrawi di Kantor Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (6/6/2018).
"Ujian harus sabar, dan saya tahu Mbak Via Vallen sabar menghadapi ini semua," kata Menpora. Sebelumnya, pelantun lagu "Sayang" itu sangat kesal lantaran dilecehkan. Ia mendapat pesan tidak pantas dari seseorang yang diduga merupakan pemain sepak bola asing yang bermain di Indonesia.
Bagi Menpora, kasus yang menimpa Via Vallen harus menjadi pelajaran berharga sekaligus peringatan kepada siapa pun, termasuk atlet, untuk lebih hati-hati menggunakan media sosial. Ia mengingatkan, media sosial bisa berdampak positif bila kontennya mengandung kebaikan.
Namun, media sosial akan berdampak negatif jika kontennya merugikan orang lain. Oleh karena itu, Menpora meminta kepada pemain bola yang dianggap melecehkan Via Vallen untuk minta maaf. "Ya harus minta maaf, paling tidak harus minta maaf. (Untuk) Via Vallen saya harap sabar," kata Imam.
Sebelumnya, Via mengungkap kejadian pelecehan itu melalui fitur Insta Story di akun Instagram-nya, @viavallen, Selasa (5/6/2018). Baca juga: Cerita di Balik Spanduk "Save Via Vallen" di Laga Persib Vs PSMS Dalam foto dari bidik layar (screenshot), tampak pesan yang dikirim melalui direct message (DM) Instagram tersebut. "I want u sign for me in my bedroom, wearing sexy clothes," tulis pengirim pesan tersebut.
Via menulis bahwa ia tidak mengenal pria yang mengirim pesan bernada melecehkan itu. "Nggak kenal dan nggak pernah ketemu tiba2 DM dan ngirim text gambar kayak gini," tulis Via. Dalam pernyataan berikutnya, Via menulis bahwa si pengirim adalah seorang pemain sepak bola yang terkenal di Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI, yang juga pemusik, Anang Hermansyah (49), menyesalkan pelecehan seksual secara verbal yang menimpa penyanyi dangdut Via Vallen. Anang juga mendukung Via untuk melaporkan apa yang dialaminya itu.
"Aku mendukung langkah Via Vallen, yang membuka tindakan tidak patut oleh siapa pun terhadap perempuan. Bila perlu, bawa masalah tersebut ke ranah hukum," tutur Anang kepada Kompas.com, Rabu (6/6/2018). "Tindakan orang tersebut telah merendahkan perempuan dan profesi pekerja seni. Ini harus kita lawan bersama-sama. Aku juga tidak terima atas kasus itu," tutur Anang kepada Kompas.com, Rabu (6/6/2018).
Menurut Anang Hermansyah, pelecehan tersebut tidak boleh dianggap sepele dan tak bisa dibiarkan. "Kalau cuek-cuek saja dan dibiarkan, tidak menutup kemungkinan ke depan bisa saja terjadi kembali. Untuk itu, aku mendukung Via Vallen untuk melaporkan kasus itu ke penegak hukum," tegasnya.
Anang Hermansyah menambahkan bahwa peristiwa itu harus menjadi catatan bagi pekerja asing di Indonesia. "Selain kewajiban bisa berbahasa Indonesia, mereka juga harus paham kultur Indonesia, budaya ketimuran.
Enggak bisa disamakan dong dengan budaya mereka di negara mereka, kok seenaknya sendiri," ujarnya.Suami Ashanty in meminta kepada PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional, untuk bersikap tegas.
“Jika mnggunakan perspektif perlindungan perempuan, tindakan oknum tersbut semestinya harus mendapat sanksi. Ini sebagai wujud komitmen negara memberi perlindungan kepada perempuan,” pungkas Anang.